Derap Kuda Delman yang Masih Bertahan di Kawasan Monas: Pesona Tradisional di Tengah Kemajuan Kota
Koran Sibolga – Derap Kuda Delman Di tengah hiruk-pikuk kota Jakarta yang penuh dengan gedung pencakar langit dan kendaraan bermotor yang lalu lalang, terdapat sebuah pemandangan yang tak banyak ditemukan di kota-kota besar lainnya. Di kawasan Monas, salah satu ikon utama ibu kota, derap kuda delman yang merdu masih terdengar, membawa nuansa tradisional yang mengingatkan kita pada masa lalu Jakarta.
Meskipun zaman semakin modern dan teknologi semakin canggih, delman atau kereta kuda yang ditarik oleh kuda ini masih menjadi salah satu daya tarik wisata yang diminati oleh para pengunjung, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Masyarakat dan wisatawan dapat merasakan sensasi berbeda dengan menaiki delman yang membawa mereka berkeliling Taman Monas, melihat keindahan lanskap kota yang penuh sejarah.
Derap Kuda Delman Sejarah Singkat Delman di Jakarta
Sejarah delman di Jakarta sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Pada masa itu, delman digunakan sebagai alat transportasi utama bagi para pejabat dan kalangan elit. Setelah masa kemerdekaan, keberadaan delman terus berkembang, meski tergeser oleh kendaraan bermotor. Namun, di beberapa lokasi seperti kawasan Monas, delman tetap dipertahankan sebagai bagian dari budaya dan daya tarik wisata.
Baca Juga: Dikepung Agen FBI Maduro Tiba di New York
Kehidupan Delman di Tengah Kota yang Sibuk
Di kawasan Monas, ada lebih dari 20 unit delman yang masih beroperasi setiap hari. Para pengemudi delman, yang sebagian besar sudah bekerja puluhan tahun, tampak akrab dengan kuda-kuda peliharaan mereka. Setiap hari, mereka membawa pengunjung untuk berkeliling Monas, mengantar mereka melihat landmark ikonik seperti Tugu Monas, Museum Nasional, dan sekeliling taman yang luas.
Abdul, seorang pengemudi delman berusia 50 tahun, sudah hampir tiga dekade mengendarai delman di sekitar Monas. “Saya sudah mulai bekerja di sini sejak tahun 1990-an. Meski sekarang banyak yang lebih suka naik mobil atau motor, delman tetap punya tempat di hati pengunjung. Mereka suka foto dengan latar belakang Monas sambil menaiki delman,” ujarnya.
Abdul menambahkan bahwa pengunjung yang datang ke Monas merasa senang dan antusias menaiki delman, meskipun kadang perjalanan singkat itu hanya berlangsung 15 hingga 20 menit. “Banyak wisatawan yang ingin merasakan pengalaman berbeda. Bagi mereka, naik delman itu seperti sebuah pengalaman yang langka dan unik,” lanjutnya.
Peran Delman sebagai Daya Tarik Wisata
Di tengah pesatnya perkembangan kota, keberadaan delman di Monas menjadi salah satu cara untuk melestarikan warisan budaya Jakarta. Banyak wisatawan, baik lokal maupun asing, merasa terpesona dengan suasana yang ditawarkan oleh kereta kuda ini. Mereka bisa menikmati perjalanan santai di sekitar Monas sambil menikmati pemandangan taman yang hijau, serta udara segar yang jarang ditemukan di kawasan pusat kota.
Dari perspektif budaya, delman juga menjadi bagian dari upaya pelestarian sejarah. Meskipun Jakarta sudah berubah dengan cepat, keberadaan delman tetap menjadi pengingat akan masa lalu kota ini. Tidak hanya wisatawan, warga Jakarta juga sering melihat derap kuda ini sebagai bagian dari identitas kota yang kaya akan sejarah dan budaya.
Tantangan yang Dihadapi Delman di Era Modern
Namun, meskipun keberadaannya masih dihargai, profesi pengemudi delman tidak tanpa tantangan. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan jumlah pengunjung yang memilih naik delman, mengingat banyaknya pilihan transportasi modern dan murah yang tersedia di sekitar Monas. Beberapa pengemudi delman mengeluhkan menurunnya pendapatan karena kurangnya wisatawan yang menggunakan layanan mereka.
Selain itu, ada juga isu terkait kesejahteraan kuda-kuda yang digunakan untuk menarik delman. Beberapa pihak mengingatkan agar kesejahteraan hewan tetap diperhatikan, terutama dalam hal perawatan kesehatan dan kebutuhan makan kuda.
Masa Depan Delman di Jakarta
Keberadaan delman di Monas adalah sebuah simbol perpaduan antara tradisi dan modernitas. Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan, keberadaan delman tetap dianggap sebagai bagian dari pesona Jakarta yang unik.
Para pengemudi delman, seperti Abdul, berharap bahwa kedepannya, semakin banyak orang yang menghargai tradisi ini.






